Minggu, 25 Desember 2016

Trend Sistem Teknologi Informasi Saat Ini & Trend Untuk Masa Mendatang

Trend Sistem Teknologi Informasi Saat Ini & Trend Untuk Masa Mendatang

TEKONOLOGI.jpg
Saat ini tekonologi sudah menjadi peran penting bagi kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang setiap tahunnya tidak ada henti-hentinya membuat manusia melakukan semua pekerjaannya dengan teknologi, baik menggunakan komputer ataupun berkomunikasi melalui handphone. Kalian penasaran ga sih dengan teknologi yang lagi trend saat ini? Atau kalian termasuk orang yang uptodate dengan teknologi?. Kali ini saya akan memberikan sekilas beberapa trend teknologi masa kini. Kalian pasti gamau ketinggalan trend saat ini bukan? Yuk di simak.
Google’s Self Driving Car
smart-car
Google’s Self Driving Car (SDC) adalah proyek Google X yang melibatkan mobil otonom dan mobil listrik yang dilengkapi perangkat lunak berteknologi terkini dari Google. Mobil ini menggunakan tenaga listrik yang bisa berjalan hingga 100 mil dan smart car ini menggunakan berbagai kombinasi sensor dan software teknologi terbaru untuk mencari sendiri kondisi lingkungan di sekitarnya yang dikombinasikan dengan Google Maps dan GPS. Semua mobil dilengkapi dengan sistem navigasi satelit, radar, laser, dan camera360 derajat.

Dan yang lebih canggihnya lagi Google’s Self Driving Car  ini bisa dipanggil dengan menggunakan smartphone untuk menentukan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan. Semua kontrol manual layaknya mobil biasa dihilangkan dan hanya ada tombol start dan tombol berhenti secara darurat yang berwarna merah. Di depan penumpang terdapat sebuah layar kecil yang menunjukkan berbagai informasi seperti, kecepatan mobil, cuaca, dan lain-lain. Setelah anda sampai di tujuan, layar kecil tersebut akan menampilkan pesan yang akan mengingatkan penumpang untuk mengambil barang-barang pribadi serta berbagai pesan yang lainnya layaknya seorang sopir. Dan yang terakhir, body mobil sudah dimodifikasi dan dibuat seaman mungkin di bagian depan, bemper mobil menggunakan busa, kemudian menggunakan kaca yang fleksibel agar aman untuk pejalan kaki maupun pengguna sepeda apabila terjadi kecelakaan. So, kalian ga perlu khawatir lagi menggunakan mobil ini, udah nyaman dan aman banget loh.
Smart Watch
smartwatch
Smartwatch berbentuk seperti arloji atau jam tangan pada umumnya, akan tetapi fungsi dari smartwatch melebihi fungsi jam tangan yang hanya bisa menunjukkan waktu atau tanggal. Fungsi utamanya adalah menjadi perantara pemberitahuan dari smartphone ke layar smartwatchmu. Jadi seumpama dari smartphonemu menerima pemberitahuan terbaru maka pemberitahuan tersebut akan diteruskan ke smartwatch yang kamu gunakan. Koneksi yang digunakan untuk menyambungkan smartwatch dengan smartphone pada umunya dengan media perantara Bluetooth, artinya smartwatch harus tetap berada pada jangkauan koneksi Bluetooth (sekitar 10 meter) untuk dapat tetap terhubung dengan smartphonemu. Smartwatch ini dapat digunakan untuk perangkat dengan sistem operasi Android dan iPhone.
Virtual Reality
virtual-reality
Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang memungkinkan anda berinteraksi dengan objek imajinasi dan membawa anda ke dalam suasana 3-Dimensi yang seolah nyata, sehingga membuat penggunanya merasakan seperti berada di dunia nyata meskipun simulasi yang ada didepannya adalah maya. Sistem kerja Virtual Reality ini tidak lepas dari beberapa elemen penting, yaitu:
  • Virtual World, sebuah konten yang menciptakan dunia virtual dalam bentuk screenplay maupun script.
  • Immersion, sebuah sensasi yang membawa penggunanya merasakan ada di sebuah lingkungan nyata yang padahal fiktif. Immersion terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
    – Mental Immersion, membuat mental penggunanya merasa seperti berada di dalam   lingkungan nyata.
    – Physical Immersion, membuat fisik penggunanya merasakan suasana di sekitar lingkungan yang diciptakan oleh teknologi ini.
    – Mentally Immersed, memberikan sensasi kepada penggunanya untuk larut dalam lingkungan yang dihasilkan virtual reality.
  • Sensory Feedback, berfungsi untuk menyampaikan informasi dari virtual world ke indera penggunanya, seperti visual (penglihatan), audio (pendengaran) dan sentuhan.
  • Interactivity, berfungsi untuk merespon aksi dari pengguna, sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung dalam virtual world.
Drone
drone
Drone adalah pesawat tanpa awak  yang dikendalikan dari jarak jauh. Dahulu mungkin orang mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk memata-matai musuh di daerah konflik. Tapi kini drone sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, selain itu drone juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan. Seperti salah satu restoran di Buckinghamsire yang menggunakan drone untuk mengantarkan makanan langsung kedepan pintu konsumennya. Wah semakin keren ya perkembangan drone ini.
Printer 3-D
3d.jpg
3D printer adalah proses pembuatan benda padat tiga dimensi dari sebuah desain secara digital menjadi bentuk 3D yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga dipegang dan memiliki volume. Pada dasarnya, cara kerja membuat cetakan 3 dimensi sama saja dengan printer inkjet konvensional dimana printer membuat layer atau lapisan-lapisan cetakan warna untuk membuat sebuah objek terlihat seperti seharusnya. Hanya saja pada 3D printer yang digunakan bukanlah tinta tetapi plastic molten wax dan material lainnya sehingga menjadi sebuah objek yang diinginkan. Dan prinsip utama untuk pencetakan 3D printer yaitu membutuhkan data yang berbentuk 3 dimensi juga atau yang disebut dengan ‘data digital tiga dimensi’.

So, kalian udah ga ketinggalan informasi mengenai teknologi masa kini bukan?. Teknologi-teknologi tersebut sangat canggih dan Setiap teknologi pasti memiliki manfaatnya sendiri, tetapi kembali kepada penggunanya, dimanfaatkan dengan baik atau tidak. Setiap tahunnya perkembangan teknologi semakin canggih dan kita sebagai penggunanya juga harus semakin canggih agar kita tidak dikalahkan dengan teknologi.

Minggu, 06 November 2016

TEORI ORGANISASI UMUM 2 : KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN

A.   TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

TEORI KEPEMIMPINAN

1.    Teori orang-orang terkemuka 
Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter. 

2.    Teori lingkungan 
Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinan merupakan fungsi dari suatu peristiwa. 

3.    Teori personal situasional
Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok. 

4.     Teori interaksi harapan 
Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi. 

5.     Teori humanistik 
Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung. 

6.    Teori pertukaran 
Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya. 

B.    TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:

1.       Tipe Otokratis
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2.       Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, sukar menerima kritikan dari bawahannya, menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3.       Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu. 

4.       Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). 
Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5.       Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C.    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa faktor.Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :

a.         Faktor Kemampuan Personal
Pengertian kemampuan adalah kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai manusia dan faktor pendidikan yang ia dapatkan. Jika seseorang lahir dengan kemampuan dasar kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkungan, jika tidak, ia hanya akan menjadi pemimpin yang biasa dan standar. Sebaliknya jika manusia lahir tidak dengan potensi kepemimpinan namun mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkunganya akan menjadi pemimpin dengan kemampuan yang standar pula. Dengan demikian antara potensi bawaan dan perlakuan edukatif lingkungan adalah dua hal tidak terpisahkan yang sangat menentukan hebatnya seorang pemimpin.

b.      Faktor Jabatan
Pengertian jabatan adalah struktur kekuasaan yang pemimpin duduki.  Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan terstrukturifikasi. Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi satu mempunyai jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama mempunyai jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh yang berbeda.

c.       Faktor Situasi dan Kondisi
Pengertian situasi adalah kondisi yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan. Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.

D.   IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Seorang pemimpin harus mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas yang diperoleh melalui pengembangan diri. Pengembangan diri ini menghasilkan keterampilan-keterampilan seperti keterampilan teknis, keterampilan manajemen sumber daya manusia, dan  keterampilan konseptual.Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakansesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripada nya kemampuan berfikir secara konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin generalist, dan semakin besar tanggung jawab terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.

Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan kepribadian nya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras untuk memperbaiki dirinya sendiri sebelumdia sibuk memperbaiki diri orang lain.Pemimpin bukan hanya sekedar mendapatkan gelar atau jabatan yang diberikan dari luar namun melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal.



Referensi :
http://supersekar.blogspot.co.id/2014/04/tou-2-kepemimpinan.html

Sabtu, 29 Oktober 2016

TUGAS SOFTSKILL : PROFESI YG BERKAITAN DENGAN SI & TI :PROFESI SEBAGAI IS/IT AUDITOR

PROFESI SEBAGAI IS/IT AUDITOR

Pekerjaan sebagai seorang IS Auditor cocok untuk mereka yang selalu ingin belajar, karena memang mengharuskan untuk memahami berbagai jenis proses bisnis dari beragam industri, selain itu juga harus mengerti implementasi TI untuk setiap proses bisnis. Mengerti kedua hal tersebut penting karena tugas IS Auditor memastikan semua risiko sudah diantisipasi oleh penggunaan control yang efektif.
Banyak hal menarik yang bisa didapatkan oleh IS Auditor dalam pekerjaannya sehari-hari yang belum tentu dapat dilakukan oleh banyak profesi lainnya, seperti misalkan untuk mendapatkan akses ke setiap lingkungan IT yang ada di setiap organisasi. Namun hal tersebut juga diiringi dengan tanggung jawab yang besar, karena dengan menjadi IS Auditor kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari system yang digunakan oleh perusahaan/organisasi yang kita audit (auditee).
Seorang IS Auditor sebetulnya cukup terbuka untuk melakukan fraud tetapi pada dasarnya seorang IS Auditor professional tidak akan melakukan hal yang tidak etis karena naturenya seorang IS Auditor pasti selalu tergerak untuk berusaha mengendalikan dan mengamankan system IT sebuah organisasi.
Berdasarkan sharing knowledge dari seorang Senior IS Auditor di sebuah bank swasta terkemuka di Indonesia, untuk menjadi seorang IS Auditor khususnya Internal IS Auditor di Bank di perlukan 3 knowledge yang harus terus menerus dimiliki dan diasah, yaitu:
1. Banking Operation
2. IT System
3. Human Relation/Soft Skill
Ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh IS Auditor karena dalam pekerjaannya sehari-hari sangat-sangat membutuhkan keseimbangan 3 hal tersebut. So, bagi kalian semua mahasiswa/I School of Information Systems, mulailah sedari dini, sedari semester awal sudah harus bisa menentukan ingin berprofesi apa kalian kedepannya. Tenang saja, ada banyak pilihan profesi yang bisa digeluti oleh kalian di bidang system informasi. Dari mulai Profesi sebagai seorang Sistem Analis, Bisnis Analis, Project Manajer sampai dengan IS Auditor.
Kemudian, bagaimana cara memahami Proses Bisnis di dalam sebuah organisasi ? School of IS membekali para mahasiswanya dengan memberikan matakuliah-matakuliah yang mempelajari proses bisnis dan juga membekali para mahasiswa dalam memahami IT System dengan membekali mahasiswa matakuliah-matakuliah seperti Konsep SIstem Informasi, Analisa dan Perancangan sistem Informasi, Programming dan lainnya. Kemudian untuk membekali mahasiswa yang spesifik ingin menjadi seorang professional IS Auditor, untuk mereka yang memilih program IS Audit mendapatkan matakuliah-matakuliah yang dirancang sesuai dengan kurikulum Asosiasi IS Auditor seluruh dunia (www.isaca.org) yaitu seperti: IS Audit Fundamental dan Advance, IS Control, IT Governance, Business Continuity and Disaster Recovery, dan lainnya. Kemudian untuk mempertajam lagi kemampuan mahasiswa di bidang human relation atau soft skill, beberapa matakuliah menerapkan penilaian EES (Employability and Entrepreneurial Skill) dimana mahasiswa dalam proses pembelajarannya tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan teknis nya saja namun juga bagaimana mereka mampu melakukan kerjasama dengan rekan-rekannya di kelas. Hal ini bertujuan untuk lebih melatih lagi kemampuan soft skill mereka ketika sudah berada di dunia kerja nantinya.
So, jangan ragu lagi untuk menimba ilmu di School of IS, kalian bisa memilih program mana yang kalian suka dan sangat terbuka lebar dan permintaan yang cukup tinggi sebagai lulusan Sistem Informasi untuk dibutuhkan didunia kerja nantinya ketika kalian lulus. Jangan patah semangat, apa yang kalian tanam itulah yang kalian tuai.
Sukses untuk kita semua.

referensi
http://sis.binus.ac.id/2012/12/04/profesi-sebagai-isit-auditor/

TEORI ORGANISASI UMUM 2 : PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

A.    DEFINISI DAN DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

DEFINISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat penting. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.

Kemudian terdapat definisi menurut para ahli, antara lain :

·         Menurut George R. Terry : pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian : pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner : pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi pengambilan keputusan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.  

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

a.       Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi yaitu : Pengambilan keputusan yang berdasarkan perasaan hati yang seringkali bersifat subyektif. Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat, untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan sepihak dan bersifat perasaan.

Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini memberikan keuntungan, yaitu :
Ø  Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
Ø  Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan
b.      Pengambilan Keputusan Rasional  : yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional berfikir dan lebih bersifat objektif. Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna pikir. Masalah–masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif dan dapat diukur.
c.       Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman  : yaitu Pengambilan keputusan yang berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis di kemudian hari.
d.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta  : yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan data empiris dan fakta nyata sehingga dapat memberikan keputusan yang valid sehingga tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi. Istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.
e.       Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang  : yaitu pengambilan keputusan yang berdasarkan atas wewenang/kedudukan yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi pemimpin. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.

B.     JENIS – JENIS KEPUTUSAN ORGANISASI

        i.            Gaya Direktif
Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorienytasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan direktif juga berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Mereka berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
      ii.            Gaya Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang  kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. Mereka mengevaluasi lebih banyak informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. Mereka juga memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru atau tidak menentu dengan baik. Mereka juga cenderung mempunyai gaya kepemimpinan otokratis.
    iii.            Gaya Konseptual
Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan. Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. Akan tetapi, pada saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
    iv.            Gaya Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain. Akibatnya, pembuat keputusan mempunyai kesulitan untuk berkata 'tidak' kepada orang lain, dan mereka tidak membuat keputusan yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.

C.     FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1.      hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan
2.      setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain
4.      jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan
5.      pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik
6.      pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama
7.      diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik
8.      setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul
9.      setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
1.      Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.      Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.      Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.      Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.      Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.      Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

D.    IMPLIKASI MANAJERIAL
Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial , seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi suatu masalah dimana keterampilan seorang pemimpin harus selalu diasah untuk menyelesaikan permaslahan yang kompleks karena membutuhkan pertimbangan yang matang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan yang terpenting dalam setiap pengambilan keputusan seorang manajer diharuskan keputusan tersebut dapat diterima oleh semua kalangan karna adanya kebijakan :
Ø  gaya pengambilan keputusan
Ø  gaya direktif merupakan gaya keputusan dengan ambiguitas / ketidakjelasan yg rendah dan cara berpikirnya yang rasional
Ø  gaya analistis merupakan gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas / ketidakjelasan dan cara berpikirnya
Ø  gaya konseptual : pengambilan keputusanya dengan toleransi yang tinggi untuk ambiguitas / ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga
Ø  gaya prilaku : gaya pengambilan dengan toleransi yang rendah untuk ambiguitas / ketidak jelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi

Referensi :
http://supersekar.blogspot.co.id/2014/04/pengambilan-keputusam-dalam-organisasi.html